Selasa, April 01, 2014

Pekerjaan dan Tanggung Jawab Kru Rig


Pagi! Hari ini saya ingin share pada tement-temen tentang pekerjaan dan tanggung jawab para kru yang ada di Rig. Oke ngga perlu panjang lebar, di bawah ini saya akan jelaskan secara apa adanya yang saya tahu tentang penjelasan pekerjaan para kru-kru yang ada di Rig.

Pekerjaan dan Tanggung Jawab Kru Rig

RIG SUPERINTENDENT

Secara umum Rig Superintendent bertanggung jawab untuk meyakinkan semua aktivitas operasi rig di daerah kerjanya dilaksanakan secara aman dengan cara memberi perlindungan terhadap personal, lingkungan, dan peralatan.

Rig Superintendent harus :
  • Menerima tanggung jawab terhadap kinerja rig.
  • Dengan bantuan HSE Departement membuat program HSE untuk rig. Menentukan sasaran kinerja HSE.
  • Melihatkan komintmennya terhadap kebijakan HSE dan perusahaan tempatnya bekerja dengan melakukan diskusi. Diskusi secara teratur, meninjau ulang, konsultasi dan kunjungan langsung ke lokasi pemboran.
  • Memilih standar, spesifikasi dan prosedur yang sesuai dan menyatakannya dalam manual operasi bor.
  • Memantau kepatuhan terhadap standar, spesifikasi dan prosedur dan meninjau ulang kinerja dari anggota personil.
  • Meyakinkan staf personil rig telah memperoleh sumber-sumber pengetahuan dan pelatihan untuk mencapai sasaran HSE
  • Memberi kesempatan untuk terlibat penuh dalam usaha-usaha terhadap keselamatan kerja di daerah kerjanya
  • Meyakinkan kecelakaan-kecelakaan atau kejadian-kejadian yang menyebabkan cedera pada manusia atau kerusakan lingkungan atau peralatan dilakukan investigasi secara benar dan langkah-langkah efektif telah dilakukan untuk mencegah tidak terjadi kembali.
  • Investigasi kejadian-kejadian nyaris dan hal-hal berbahaya untuk mencegah tidak terulang kembali.
  • Membantu dalam pembuatan, pengujian dan pemantauan program kontigensi klien dan perusahaan tempatnya pekerja. 
AHLI PENGENDALI PEMBORAN (TOOLPUSHER)

Ahli pengendali Pemboran adalah "Personil kunci" dalam penerapan dan pemantauan terhadap program HSE. Bagaimana dari tugasnya adalah sebagai manajer operasi pemboran secara menyeluruh dengan tanggung jawab meyakinkan bahwa cara-cara kerja, kebijakan dan prosedur Perusahaan di lokasi atau sekitar lokasi pemboran telah diobsercasi.
Bagaimanapun tanggung jawab Ahli Pengendali Pemboran meyakinkan bahwa:
  • Kecederaan pada manusia, atau kerusakan peralatan dan material harus di cegah.
  • Standard lingkungan telah diikuti.
  • Melakukan verifikasi dan pengujian program kontigensi dan meyakinkan bahwa personil bor mengerti keterlibatannya.
  • Aturan dan cara-cara kerja aman dilaksanakan pada semua operasi dan memantau semuanya sesuai terhadap standard perusahaan.
  • Atasannya diberitahu segera jika adanya penyimpanan pada aturan-aturan dan cara-cara kerja.
  • Semua Personil bor telah diberikan pelatihan dan diberi program induksi dalam semua aspek pekerjaan mereka dan mengamati persyaratan keselamatan sebagai keperluan situasi kerja.
  • Semua personil bor memiliki pengerahuan yang memadai terhadap peraturan dan cara kerja aman terkait pekerjaannya dan mereka mempunyai inisatif bertindak bila hal tersebut butuh hal baru, berbeda atau persyaratan keselamatan yang baik.
  • Peraturan dan prosedur keselamatan yang ada dipatuhi dan bilamana personil melanggarnya dilakukan langsung tindakan perbaikan untuk meyakinkan kepatuhan masa mendatang.
  • Pelaksanaan rapat keselamatan kerja dengan semua personil di lokasi pemboran secara berkala dan memelihara catatan kehadiran dan subjek-subjek yang dibahas.
  • Inspeksi terhadap peralatan instalasi pemboran dilakukan secara berkala dan bila ada kondisi-kondisi aman diperbaiki atau dilaporkan tanpa menunggu. 
  • Semua kecelakaan yang menyebabkan cedera manusia atau kerusakan peralatan dilaporkan segera kepada perwakilan klien dan perusahaan sesuai intruksi yang ada dan menyelidiki dengan tujuan mengidentifikasi penyebab dan memberikan langkah inisiatif untuk mencegah tidak terulang kembali.
  • Kejadian-kejadian nyaris celaka, adalah sama untuk dilaporkan dan bahaya-bahaya diidentifikasi dan tindakan-tindakan yang tepat yang harus dilakukan.
  • Para personil bor menggunakan pakaian kerja dan alat-alat pelindung keselamatan yang diperlukan dan memastikan ketetapannya.
  • Tugas-tugas didelegasikan kepada para bawahan yang kompoten.
  • Pekerjaan non rutin dilaksanakan berdasarkan sistem otorisasi ijin kerja. 
JURU BOR (DRILLER)

Sebagai lini pertama dari petugas-petugas pengawasan, objektif utama ialah untuk memastikan bahwa instruksi dilaksanakan dengan tepat dan untuk ini harus aman.

Untuk melaksanakan objektif tersebut. Juru Bor harus mengetahui setiap saat petugas mana yang bekerja di suatu daerah kerja. Ia harus memberi instruksi pengawasan semua personil dari anggotanya untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya cara praktek-praktek kerja aman.
Juru Bor harus melaksanakan rapat awalan kerja dan rapat keselamatan mingguan. Dia harus memberikan informasi-informasi tentang keselamatan dan prosedur-prosedur baru kepada anggota pekerjaannya. Sebaliknya Juru Bor harus memberi informasi kepada atasannya tentang prosedur kerja aman yang diusulkan oleh bawahannya dan personil lain dan mengenalkan setiap konsekuensi yang berubah dalam prosedur harus dilaksanakan dibawah arahan Juru Bor dengan petunjuk dan persetujuan dari Ahli Pengendali Pemboran.

Oleh karena itu Juru Bor harus :
  • Melihat bahwa semua instruksi dari Ahli Pengendali Pemboran mengenai cara-cara kerja dan peralatan-peralatan telah dilaksanakan.
  • Memastikan bahwa anggota regu benar-benar memahami tugas-tugasnya bilamana mengerjakan tugas.
  • Mengambil langkah-langkah perbaikan kondisi-kondisi berbahaya dan praktek-praktek kerja yang tifak benar dan memeriksa pelindung peralatan dalam keadaan baik dan dapat digunakan bilamana diperlukan.
  • Mengatisipasi adanya kondisi-kondisi berbahaya dan menghilangkan sebab-sebab dari kemungkinan terjadinya kecelakaan dan melihat bahwa para pekerja menyelesaikan setiap pekerjaannya dengan cara yang benar dan tidak meninggalkan kondisi-kondisi yang berbahaya.
  • Melapor dengan cepat setiap peralatan yang tidak aman yang tidak dapat diperbaiki oleh regu bor.
  • Mendorong semua regu memberikan saran-saran mengenai keselamatan kerja dan memanfaatkan pemikiran anggota regu dan mempuannya untuk mendukung dalam pencegahan kecelakaan.
  • Selalu mengingatkan anggota regu bagaimana kecelakaan dapat mempengaruhi kehidupan mereka.
  • Menyelidiki dan melaporkan semua kecelakaan kepada Ahli Pengendali Pemboran. Laporan harus mencatumkan semua faktor yang mengkonstribusikan terjadinya kecelakaan.
  • Memahami bahwa semua anggota telah dilatih melaksanakan prosedur operasi kerja dan kebijakan secara benar dan ia akan melaksanakan upaya-upaya khusus agar anggota regu yang baru mempunyai rasa perhatian terhadap keselamatan dan meneliti pengetahuan kerja mereka.
  • Hendaknya mengenal bagian dari metode pengendalian sumur dan mampu melakukan tindakan yang benar setiap saat ketika aplusan kerja sedang berjalan.
  • Memberikan perintah kerja yang jelas kepada anggota regu dan apabila pekerjaan berbahaya, Juru Bor harus langsung ikut menangani sendiri.
  • Berikan contoh kepada anggota regu bagaiman cara memakai topi pengaman, sepatu pengaman dan pakain pelindung secara benar, dan melakukan observasi prosedurnya.
  • Membiasakan untuk bekerja cepet kepada anggota regunya yang lamban.
  • Memastikan penerapan "Sistem ijin kerja" secara benar.
  • Melakukan serah terima kerja dan memastikan bahwa dilakukan secara berkelanjutan saat pertukaran aplusan.
OPERATOR MENARA BOR (DERRICKMAN)

Operator Menara Bor harus memastikan bahwa instruksi kerja yang diterima dari Juru Bor dilaksanakan secara benar dan aman. Semua cara-cara tidak aman harus segera dihentikan dan diikuti kebiasan kerja aman dibawah petunjuk Juru Bor.
Operator Menara Bor harus :
  • Sebagai Pengawas Operator Lantai Bor, harus memastikan pekerjaan dilakukan dengan cara yang benar dan aman, memberikan komentar dan melaporkan setiap perbuatan tidak aman yang diamati.
  • Berperan aktif memberikan pelatihan kepada Operator Lantai Bor dalam pelaksanaan operasional peralatan lantai rig, rumah pompa dan sistem pengadukan lumpur.
  • Memeriksa tali pinggan perasut yang digunakan setiap waktu.
  • Memastikan semua peralatan dan perkakas terikat secara benar pada ruang Operator Manara Bor.
  • Memeriksa semua kabel winch angkat dan semua pulley yang terpakai.
  • Memeriksa jari-jari tangan pada tempat Operator Menara Bor secara periodik untuk pemakaian pelindung dan memastikan pengoperasian bekerja bebas.
  • Harap Juru Bor diberi informasi dari level mud tank segera, dan selalu diperiksa berat lumpur dan cairannya.
  • Selalu menggunakan pakaian pelindung waktu mengisi penambahan bahan-bahan kimia seperti pelindung muka, masker debu, apron dan sarung tangan plastik panjang.

OPERATOR LANTAI BOR

Operator Lantai Bor harus:
  • Bekerja sebagai kerjasama team dan tidak akan menyebabkan kecelakaan orang lain atau diri sendiri.
  • Perhatikan semua tanda-tanda disekitar pekerjaan.
  • Jangan meninggalkan pekerjaan kalau tidak diserahterimakan.
  • Jangan biarkan kawan bekerja dengan susah payah, diharap saling membantu.
  • Laporkan semua pekerjaan yang hampir celaka untuk mencegah terjadi kecelakaan yang benar.
  • Harus waspada terhadap objek putaran kunci tong.
  • Jauhkan jari-jari tangan kita dari mesin-mesin yang berputar pada kunci tong dan peralatan besi.
  • Jangan menggunakan rantai/winch melebihi kapasitas.
  • Pergunakan sling dan shakle yang ada sertifikat.
  • Gunakan backup lines atau taglines untuk menghindari ayunan dari collar, casing dll.
  • Jaga kebersihan di floor setiap saat. Jaga tangga, jalan keluar bebas rintangan setiap waktu.
  • Bersihkan dan ganti apabila dies dari tong slip tidak dalam keadaan baik.
  • Pakai baju alat pelindung waktu bekerja dengan chemical.
  • Jangan dekat-dekat pada drawworks yang sedang bergerak.
  • Jauhkan peralatan kerja dari wellhead untuk menghindari dari jatuh kedalam lobang sumur. Gunakan penutup apabila ketika tidak ada pekerjaan pemboran.
  • Jangan dekat-dekat pada waktu tes tekanan dan pekerjaan wireline.
ROUSTABOUT

Roustabout harus :
  • Mengetahui setiap hal dimana dia mungkin akan mendapat celaka pada waktu bekerja dan melaksanakan pekerjaannya demikian rupa untuk mencegah kecelakaan terhadap dirinya atau terhadap orang lain.
  • Hendaklah berjaga-jaga secara tetap untuk setiap keadaan yang tidak aman dan melaporkan semua keadaan yang tidak aman kepada Ahli Pengendali Pemboran atau Juru Bor seperti diketahui.
  • Peliharalah kebersihan rig.
  • Gunakan alat-alat keselamatan diri, seperti Safety Shoes, Hard Hat, Coverall, Safety Glases, Sarung Tangan yang sesuai, dll.
  • Gunakan alat-alat yang tepat untuk operasi yang khusus yang ada, cegah penggantian sementara pemakaian yang tidak cocok, atau alat-alat yang rusak, dan lapor hal-hal tersebut bilamana diketemukan.
  • Jangan berjalan dibawah peralatan berbentuk pipa atau lainnya yang sedang diangkat dibawa ke derrick atau ke dalam rak.
  • Pastikan bahwa menggunakan pakaian pelindung tepat bilamana menangani bahan-bahan kimia misalnya kacamata, sarung tangan, karet, apron, masker debu dll. Yang diperlukan. Mengerahui dimana posisi alat pencuci mata dan bagaimana cara kerjanya.
  • Sling pada semua crane dengan beban yang tepat dan gunakan taglines tepat.
  • Gunakan sling, shackles, peralatan angkat dan lainya hanya yang bersertifikat.
  • Jangan meninggalkan pekerjaan yang belum selesai tanpa menyerahkan kepada shift berikutnya. Harus mengetahuu tempat berkumpul yang aman, dan tanda-tanda keadaan darurat.
  • Lakukan sistem ijin kerja bilamana bekerja di daerah-daerah berbahaya biarpun pekerjaan tersebut rutin. 
HSE OFFICER
  • Memberikan pelatihan orientasi HSE, seperti: cara-cara kerja aman, tempat-tempat peralatan tanggap darurat, tempat berkumpul, aturan K3, dll.
  • Berperan aktif dalam pelaksanaan program-program HSE (Observasi HSE, Inspeksi HSE, Rapat HSE, Sistem Ijin Kerja, Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko dll).
  • Penyediaan program tanggap darurat.
  • Pemantauan kepatuhan Crew terhadap prosedur HSE.
  • Mengumpulkan/Mengadministrasi statistik HSE, seperti laporan kecelakaan, observasi HSE, dan inspeksi HSE.
  • Meyakinkan prosedur HSE terkini tersedia di lapangan kerja.
  • Membantu Toolpusher dalam penerapan prosedur HSE.
  • Menginvestigasi kejadian nyaris celaka dan kecelakaan kerja yang dan melaporkannya kepada pihak manajemen perusahaan.
  • Pemantauan crew rig untuk patuh dalam penggunaan alat-alat pelindung diri.
Disqus comments