Sabtu, April 26, 2014

Hikmah Sabar


"Sabar", ya kata sabar sangat mudah di ungkapkan namun sulit untuk di implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebagai manusia kita sering sekali mendengar kata sabar dan yang sering kali di ucapkan oleh orang tua, saudara, teman, maupun orang lain. Contoh ketika kita tertimpah musibah dan ada orang yang bilang "Sabar ya...". Di sini saya akan berbagi apa yang pernah saya baca di sebuah buku ternyata apabila kita menghadapi masalah dan kita mampu bersabar kita akan mendapatkan hikmah dan di bawah ini penjelasan tentang hikmah sabar.

1. Sabar Sebagai Penolong

    Kesabaran bisa menjadi penolong yang akan menyelamatkan seseorang dari bahaya, baik bahaya dunia terlebih lagi bahaya akhirat.
    Lihatlah, ketika seseorang dapat berlaku sabar saat mengemudikan kendaraan, baik berupa motor maupun mobil, atau bahkan segala jenis kendaraan apa pun. Ia melakukannya dengan kesabaran dan konsisten. Betapa pun ia terburu-buru, ia tetap mengemudikan kendaraannya dengan penuh kehati-hatian dan sesuai aturan. Saat lampu lalu lintas berwarna merah, ia pun berhenti dengan rela, saat di dalam kota, kendaraan pun diperlamban, tidak melebihi 40 atau 50 km/jam. Ia tetap dibelakang, termasuk memberi kesempatan kepada pejalan kaki atau pengguna sepeda.
    Jika kesabaran demikian yang dipraktikkan setiap pengendara kendaraan bermotor, maka Insya Allah ia akan selamat dari kecelakaan, ia selamat dari kejaran polisi karena tidak mengebut di dalam kota sampai melampaui batas kecepatan, dan orang lain pun akan selamat dari ulahnya kalau saja ia tidak sabar akibat terlalu cepat.
    Demikian juga untuk praktik dan aktivitas yang lain sehingga benarlah Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang yang sabar." (QS Al-Baqarah [2]:153)


2. Pembawa Keberuntungan

    Setiap manusia normal pasti menginginkan keberuntungan. Seseorang yang sedang berdagang, ia menginginkan dapat memperoleh laba yang banyak dari dagangannya. Seorang siswa, pelajar atau mahasiswa, ia menginginkan keberuntungan dengan kelulusan dari studinya, baik keberuntungan dalam naik kelas, naik tingkat, atau lulus plus  karena memperoleh nilai yang exelence. 
    Para nelayan di sungai, di kali atau di laut lepas, para petani sawah, pegawai di kantor, guru di kelas, tukang ojek di berbagai pojokan jalan, bahkan pengemis dan pengamen. Singkat kata siapa pun selalu mendabakan keberuntungan.
   Allah SWT memberikan konsep dan cara-cara memperoleh keberuntungan bagi siapa saja yang beriman kepada Allah SWT, percaya pada malaikat, kitab-kitab Allah, para rosul, hari akhir dan takdir Allah, agar mereka bersabar dan bertakwa, supaya dapat meraih keberuntungan. Sebagaimana tersurat dalam firman Allah SWT berikut.
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (QS Ali Imran [3]:200)
    Tak ada yang perlu diragukan dari janji Allah SWT, karena Allah tak pernah dan tak akan pernah mengingkari janji-Nya. Tak ada yang perlu dibimbangkan lagi dari keberuntungan bagi orang-orang beriman yang sabar dan bertakwa, keberuntungan itu pasti datang, pasti akan mereka terima, baik di dunia maupun di akhirat. Kalau tidak di dunia, pasti di akhirat, asal mereka benar-benar beriman dan benar-benar sabar.


3. Mendapatkan Tempat yang baik di akhirat

    Kesudahan yang baik, yang dimaksud di sini adalah kehidupan setelah dunia. Sebab, kehidupan ini secara umum ada dua kelompok kehidupan, yaitu kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
    Di sebut kelompok dunia sebab di alam dunia orang melewati dua alam, yaitu alam rahim dan alam dunia, sedangkan kelompok akhirat, karena di sana ada alam kubur, alam mahsyar, alam surga dan atau neraka.
    Ibarat orang yang melamar jadi pegawai, entah pegawai negeri atau di perusahaan swasta. Kalau ada di antara calon yang memiliki skill atau kemampuan khusus, lalu ia dijanjikan oleh sang direktur untuk posisi tertentu karena kemampuannya tersebut, maka meskipun ia menjalani proses tes, bisa jadi tes tersebut hanya sekedar formalitas saja, dan kemungkinan besar ia akan langsung dinyatakan lulus dan terima sebagai pegawai.
    Allah SWT berfirman dalam Al-Qur an,
"Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhanya, menegakan sholat, dan menafkahkan sebagai rezeki yang kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)." (QS Ar-Ra'd [13]:22)


4.  Mendatangkan Keuntungan yang Besar
     Orang berdagang, lalu untung, itu biasa. Tapi, kalau pedagang yang beruntung besar, nah ini pantas menjadi berita. Inilah yang dinyatakan Allah SWT dalam Al-Qur'an bahwa keuntungan yang besar akan dapat diraih oleh hamba-hamba-Nya yang sabar. Sabar dalam menjalankan perintah Allah SWT dan ajaran Rasulullah saw, meskipun keadaannya dalma kesulitan. Tetap kokh dalam menjauhi semua yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, serta tahan uji terhadap segala cobaan.
     Allah SWT berfirman,
"Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar". (QS Fushshilat [41]:35)
Disqus comments