Jumat, April 04, 2014

Standar Praktek Keselamatan Kerja


Malam ini saya akan membahas tentang Standar Praktek Kerja yang berhubungan dengan dunia perminyakan, tepatnya dimana pekerjaan ini dilakukan pada lokasi kilang minyak, produksi minyak atau pengeboran minyak langsung.

Di sini saya hanya menjelaskan membahas Delapan Praktek Keselamatan Kerja. Oke kita langsung menuju TKP.


1. Izin Kerja
Izin kerja harus selalu diperoleh untuk setiap pekerjaan yang berbahaya. Pekerjaan yang berpotensi menimbulkan bahaya antara lain masuk ke ruang tertutup/terbatas, pekerjaan pada sistem energi, gangguan pada tanah dan pekerjaan panas.

Izin kerja harus :
  • Menjelaskan lingkup pekerjaan.
  • Mengenali bahaya dan potensi resiko.
  • Menetapkan langkah pengendalian untuk mengurangi atau memperkecil bahaya.
  • Menghubungkan pekerjaan ke izin kerja lain yang terkait atau yang simultan dan mendapat izin dari orang yang berwenang.
  • Mengkomunikasikan informasi di atas kepada semua yang terlibat dalam pekerjaan.
  • Memastikan dilakukannya kontrol yang memadai untuk kembali ke operasi normal.

2. Bekerja di KetinggianBekerja di ketinggian 2 meter (6 kaki) atau lebih tidak dapat dilaksanakan, kecuali:
  • Menggunakan platform yang kokoh dengan pengaman atau handrails yang telah diuji oleh orang yang berwenang serta menggunakan perencah (scaffold) besi sesuai VES-3600.
  • Di lengkapi dengan guard-rails yang dipasang sesuai standar. Bila tidak memungkinkan untuk menyediakan guard-rails, safety harness yang disetujui wajib digunakan.
  • Semua peralatan/perlengakapan penahan yang digunakan harus mampu menompang berat 2.275kg. (5,000 lbs) beban statis per orang dan harus memiliki:
- penambat (achor) yang sesuai dan dipasang sebaiknya pada ketinggian diatas kepala.- full body harness dengan mengunci ganda dan kaitan yang bisa mengunci sendiri pada   masing-masing koneksi.- tali gantungan (lanyard) dari fiber sintesis.- peredam kejut (shock absorber) diperlukan bilamana bekerja di ketinggian 5 meter atau lebih.
  • Semua peralatan penahan harus mempunyai batas jatuh bebas kurang dari 2 meter dan inspeksi  visual harus dilakukan.
  • Hanya orang yang kompeten yang dapat melaksanakan pekerjaan tersebut.
  • Pastikan tidak ada benda yang jatuh. Jangan meninggalkan perkakas berserakan pada jembatan yang ditinggikan dan kenakan tali pengikat pada topi keselamatan Anda.

3. Isolasi Energi

Isolasi pada sistem energi; listrik, mekanis, proses, hidrolik dan lainnya tidak dapat dilakukan kecuali:
  • Metode isolasi dan pelepasan energi yang tersimpan telah di setujui dan dilakukan oleh orang yang kompeten.
  • Semua energi yang tersimpan dilepaskan.
  • Sistem kunci dan label (lock & tags) digunakan pada titik-titik isolasi.
  • Dilakukan tes guna memastikan bahwa isolasi efektif/ampuh keampuhan isolasi harus dipantau secara berkala.
4. Keselamatan Kendaraan

Kendaraan tidak boleh dioperasikan kecuali:
  • Kendaraan telah diinspeksi dan dipastikan dalam kondisi layak dan aman digunakan.
  • Pengemudi telah dilatih dan mempunyai SIM & SIO yang sesuai untuk mengoperasikan kelas kendaraan yang bersangkutan.
  • Jumlah penumpang tidak melebihi spesifikasi rancangan pabrik untuk kendaraan tersebut.
  • Sabuk pengaman dipasang dan dipakai oleh pengemudi dan semua penumpang
  • Pengemudi dilarang menggunakan telepon genggam dan radio selama mengemudi.
  • Pengemudi dilarang mengemudi dalam keadaan mabuk akibat alkohol dan obat-obatan terlarang lainnya.
5. Perubahan Tanah

Perubahan yang melibatkan pemotongan tanah oleh manusia, pembuatan lubang, parit atau lekukan pada permukaan tanah tidak boleh dilakukan kecuali:
  • Telah dilakukan penilaian bahaya dilokasi kerja oleh orang yang kompeten.
  • Semua bahaya bawah tanah seperti pipa, kabel, listrik, dll. telah diidentifikasi, ditemukan dan bila perlu diisolasi.
  • Work Permit telah disiapkan. 
Persyaratan untuk masuk ke lubang galian:
  • Harus memiliki izin masuk ruang tertutup/terbatas ketika kedalam lubang galian > 1.5m 
  • Pergerakan tanah dan longsing di cegah dengan cara ditanggul, disiring, dibendung dsb, sesuai dengan keperluan..
  • Memantau perubahan kondisi tanah dan lingkungan.

6. Masuk ke Ruang Tertutup/Terbatas
Masuk ke dalam ruang tertutp/terbatas tidak dapat dilakukan kecuali:
  • Tidak ada pilihan lain.
  • Izin dikeluarkan oleh orang yang berwenang dan dikomunikasikan kepada semua yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.
  • Hanya orang yang kompeten yang boleh melakukan pekerjaan tersebut.
  • Mengisolasi semua sumber energi yang dapat menimbulkan dampak.
  • Pengujian udara telah dilakukan, diverifikasi dan diulangi sesering mungkin sebagaimana yang telah ditetapkan dalam penilaian risiko.
  • ada orang yang berjaga-jaga diluar yang dilengkapi dengan peralatan penyelamatan dan alat bantu pernafasan yang sesuai jika diperlukan.
7. Operasi Pengangkatan

Pengangkatan dengan menggunakan crane, hoist, atau alat pengangkat mekanis lainnya tidak dapat dilakukan kecuali:
  • Penilaian risiko pengangkatan telah dilakukan.
  • Metode dan alat angkat telah ditetapkan oleh orang yang kompeten.
  • Operator alat angkat yang bermesin sudah terlatih dan mempunyai sertifikat untuk peralatan tersebut.
  • Pekerjaan rigging beban dilakukan oleh orang yang kompeten.
  • Alat dan peralatan angkat telah mempunyai sertifikat untuk pemakaian selama waktu 12 bulan (mininum).
  • Beban tidak melebihi kemampuan dinamis dan atau statis alat angkat.
  • Setiap alat keselamatan yang dipasang pada peralatan pengangkatan berfungsi dengan baik.
  • Semua alat dan peralatan angkat telah diperiksa secara visual sebelum dioperasikan oleh orang yang kompeten. 
8. Manajemen Perubahan (MOC)

Pekerjaan yang timbul karena terjadinya perubahan sementara atau permanen pada organisasi, karyawan, sistem, proses, prosedur, peralatan, produk, material atau bahan-bahan, undang-undang dan peraturan, tidak boleh dilanjutkan kecuali bila Manajemen Perubahan sudah dibuat, dan memiliki bilaman berlaku, termasuk:
  • Penilaian resiko yang dilakukan oleh semua yang terkena dampak perubahan.
  • Rencana kerja yang secara jelas menerangkan jangka waktu terlaksanakanya perubahan dan langkap pengendalian yang harus dilakasanakan mengenai:
Peralatan, fasilitas dan proses prosedur operasi, perawatan/pemenliharaan, inspeksi.

Pelatihan, karyawan dan komunikasi dokumentasi.

- Persetujuan rencana kerja oleh orang berwenang hingga selesai.
Disqus comments